Jumat, 30 Januari 2015

Happy Late B’Day my Lovely Brother!

To :Dodi Wedo_BDG My Best Friends,



Sahabat Sejati 

Menyayangimu tapi bukan kekasihmu,
Dia perhatian kepadamu tapi bukan keluargamu,
Dia siap berbagi rasa sakit tapi dia tidak berhubungan darah denganmu,
Marah seperti Ayah !
Peduli seperti Ibu !
Mengganggu seperti Kakak !
Mengesalkan seperti Adik ! 
Dia menyayangimu lebih dari kekasih 
Dia adalah... Sahabatmu !


Happy Late B’Day My Lovely Brother 

Nama aslinya
adalah widodo, asal dari garut kalau dulu waktu jaman kuliah dan paling suka memperkenalkan diri sebagai Dodi kalau berkenalan ^.^

Anyway Ultahnya sih 22 Desember Kemarin maap yah agak telat, kalau ngga salah sudah masuk umur 35 kan, bagaimana penyakit latahnya sekarang? Pasti sudah sembuh total. Oiya waktu jaman kuliah dulu Dodi itu paling banyak yang ngecengin, karena kalau dilihat-lihat pake sedotan dari ujung Gunung Tangkuban Perahu itu memang terlihat ganteng sih pokoknya paling gaya, tapi pasti semua langsung illfeel pas tau latahnya yang parah banget. Agak heran sih kok bisa yah ada laki-laki yang latahnya parah banget. :P

Masih teringat jelas pertama kali kita bertemu waktu hari pertama setelah Orientasi mahasiswa baru di kampus, dengan gaya berbusananya ia terlihat paling mencolok diantara mahasiswa baru lain dengan rambut pirang, kacamata gaya, jaket ketat plus kaos buntung seperti pamer otot sama wanita-wanita dikampus. Suka rada bingung juga sebenarnya dia itu mau kuliah apa mau clubbing? Hehe

Waktu tahu ternyata kita satu jurusan dan satu kelas, jujur seneng banget rasanya apalagi pas tahu ternyata dia latah parah, alhasil selalu saja jadi bulan-bulanan anak-anak, Jahat banget yah tapi karena itu juga semua orang senang saat berada didekatnya ^.^

Bisa punya sahabat seperti dia selalu membuat aku merasa bersyukur, dia bahkan sudah seperti saudara sendiri, selalu bisa tampil lebih percaya diri saat bersamanya, karena saat itu aku tergolong anak yang kuper, culun dan naif. Oia ngomongin naif jadi inget tampilan dia waktu jaman kuliah dengan rambut sebahu belah pinggir dan kacamata jadul ditambah brewok tipis dah mirip banget deh sama David bayu (Vokalis Naif) sayang fotonya entah sekarang ada dimana. :P

Masih saja seperti baru terjadi kemarin, saat pertama kita berdua menjadi sahabat, kita sering sekali mendapat tugas kerja dalam satu kelompok, mulai dari Rental komputer atau internet bareng, hampir setiap saat kita selalu bersama. Itu juga yang membuat kita berdua bisa terbuka satu sama lain tentang jati diri kita yang sebenarnya. Dan ternyata kita punya ketertarikan yang sama dalam banyak hal kecuali soal gebetan :D  

Banyak hal yang aku dapat dari Dodi, dia itu emang bisa jadi teman yang paling menyenangkan untuk berbagi cerita apapun, mulai dari dunia hitam, dunia putih, bahkan dunia gradasi abu-abu yang waktu itu memang kurang aku pahami. Tak hanya sebagai teman bercerita, selama masa kuliah dulu ia juga jadi tumpuan hidup, walau kehidupannya saat itu sedang susah, tapi ia tetep mau untuk membantu teman-temannya jika kami sedang ada masalah.

Sama-sama hidup seorang diri dikota yang asing jauh dari keluarga dengan bekal hidup yang serba pas-pasan tidak membuat kita kurang bersyukur walau harus cari tambahan dari sana-sini, kita berdua selalu bisa mencukupi segala kebutuhan hidup sampai akhir bulan. Terlebih lagi aku yang bisa selamat setiap bulan karena diberikan tumpangan hidup dikosannya sampai berbulan-bulan selepas di minta pergi oleh saudara sepupu dengan alasan yang kurang jelas, Jujur aku banyak berhutang budi sama Dodi.

Hidup satu atap membuat aku selalu bisa berfikir positif, Dodi itu adalah salah satu sumber inspirasi dan kekuatan dalam hidup aku selama ini, walaupun kadang moody tapi dia lebih sering membawa keceriaan buat orang-orang sekitarnya.

Kalau kata Resti Salah satu sahabat baiknya yang lain yang sudah mengenalnya sejak jaman SMP, Dodi itu memang bukan orang yang sempurna karena dia itu sangat unik, dengan jalan yang tertatih-tatih, lambat, lebih lambat dari ukuran perempuan yang berjalan paling lambat karena dia memakai sepatu unik. Kakinya yang tidak sama panjang, membuat dia harus memakai sepatu khusus, hampir 20 cm hak sepatu yang dia pakai. Besi penyangga dari paha sampai ke ujung sepatu dan engsel besi di bagian lututnya, Tetapi dengan sepatu unik yang dia pakai tidak pernah membuat dirinya menjadi merasa berbeda "unik" seperti yang resti, aku bahkan semua orang rasakan. :')

Dodi itu memang sahabat yang unik bin ajaib dalam arti yang sebenarnya, selalu ceria, penuh canda tawa dan selalu bersemangat, sejak kenal sama dia aku mulai bisa belajar untuk lebih bergaul dengan teman-teman yang lain dan setiap hari gw mulai bisa belajar lebih bersyukur dan menghargai kehidupan yang aku jalani. intinya aku mulai bisa tampil lebih percaya diri, dan semua itu berkat Dodi. Aku masih ingat saat dulu waktu masa Orientasi Mahasiswa di Gn.Puntang Bandung, dia memilih untuk tetap ikut dan tidak pernah terlihat manja sama sekali, Jujur aku bangga bisa jadi sahabatnya. Melihat perjuangan dia setiap hari bongkar pasang sepatu yang pasti selalu saja membuat ia berkeringat karena memang cukup sulit sepatu itu untuk dipasang :’)

Bagiku Dodi itu adalah seorang Sahabat Sejati bahkan lebih, bagiku ia sudah seperti Abang yang selalu siap sedia membantu adiknya kapanpun. Aku menyadari itu semua saat aku hampir kehilangan lo untuk pertama kalinya dan aku masih ingat jelas saat itu, entah setan dari mana yang merasuk ke tubuhnya dengan tiba-tiba dengar pintu yang terbanting dengan kencang dan bunyi kaca yang jatuh kelantai yang cukup mengagetkan satu kosan dan saat aku berlari keluar dari kamar sebelah aku melihat seseorang berdiri didepan jendela yang diteralis sambil memanggil namanya, dengan berbagai cara ia mencoba merayu untuk bisa diperbolehkan masuk, karena pintu kamar yang terkunci dan kuncinya telah dibuang entah berada dimana, dengan rasa penasaran aku berjalan kearah pacarnya dan mencoba mencari tahu apa yang terjadi ternyata mereka baru saja  bertengkar hebat.

Serius waktu itu aku kaget, marah, sedih, bingung saat melihat didalam kamar yang berantakan seperti kapal pecah dan melihat dirinya duduk terdiam dalam sepi diatas kasur dengan tatapan mata yang kosong dengan berurai air mata dengan memegang pecahan kaca dan menempatkannya tepat diujung urat nadi tangannya. ?!?@#$%&!?! :’(

Tanpa sadar aku mulai ikut meneteskan air mata karena takut kehilangan seorang sahabat terbaik yang juga Abang yang tidak pernah aku punya, dengan suara terbata-bata mencoba menyadarkan dan meredakan dirinya dari amarah yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Mencoba mengingatkan tentang tanggung jawab yang ia punya terhadap adik perempuan satu-satunya yang sudah dititipkan oleh kedua mendiang orang tuanya yang sudah lebih dahulu mendahului. Dengan perasaan takut aku terus berusaha mengingatkan bahwa hanya dirinya yang bisa diandalkan untuk menjaga dan membesarkan adik satu-satunya, entah apa yang akan terjadi kalau sampai hari itu dia mati sia-sia. :’(

Dan aku juga tidak akan pernah rela kalau harus melihat dia mati dengan cara bodoh seperti itu didepan mata ku tanpa aku bisa berbuat apa-apa, aku akan merasa menjadi sahabat yang gagal karena tidak bisa menjaganya seperti ia menjaga aku selama ini.

Syukurlah semua itu tidak terjadi aku merasa lega karena pada akhirnya ia masih mau juga mendengarkan omonganku dan melupakan niat bodohnya itu :’( aku selaluu berharap semoga kejadian hari itu tidak pernah terulang.

Semenjak kejadian hari itu aku selalu memperhatikannya, dan aku senang melihat ia berubah menjadi orang yang jauh lebih kuat, lebih tegar, lebih rasional dan lebih mandiri dalam menjalani kehidupan yang sulit. Selepas kuliah kita berpisah aku kembali ke Jakarta dan ia tetap di Bandung untuk mencari kerja, aku sempat merasa kehilangan karena hampir setiap saat kita selalu bersama.

Namun saat aku mendengar kabar kalau akhirnya ia bisa mendapat pekerjaan, aku merasa bahagia. Pada dasarnya aku selalu percaya dengan tekat dan kegigihan dirinya dan dimana pun dia berada dia pasti bisa mencapai apa yang ia impikan, karena pada dasarnya itu orang yang menyenangkan dan mudah bergaul. Setiap kali ada waktu kita selalu menyempetkan untuk berbagi cerita lewat telpon berbagi kisah-kisah lucu seputar kehidupan kita masing-masing yang membuatnya tertawa keras dan khas bahkan sesekali latahnya muncul dan itu yang selalu membuat aku kangen masa-masa kuliah dulu

Entah berapa tahun kita tidak saling bertemu, karena kita mulai disibukkan dengan pekerjaan masing-masing ingin rasanya bisa bertemu dan bernostalgia. Syukurlah akhirnya tuhan mengabulkan permintaanku waktu itu karena perusahaan tempat aku bekerja berencana membuka cabang di Bandung dan aku terpilih untuk menjadi salah satu team yang ditugaskan di Bandung dan kita bisa lebih sering ketemu lagi, Seneng rasanya bisa bertemu kembali dan melihat ia sudah sukses tidak hanya soal pekerjaan tapi juga hubungan baru dengan seseorang yang aku yakin ia selalu jadi cinta sejatinya. Selalu saja iri setiap kali melihat kedekatan mereka berdua. :’D

Entah sudah berapa lama  aku tidak meliat ia berseri-seri seperti saat bersama si manja dan ia menjadi lebih gemuk, lebih terawat dan lebih berceria dari yang pernah aku ingat sejak terakhir kali bertemu. Hatiku pun mulai merasa tenang saat melihat kalian berdua, aku yakin dan percaya kalian adalah Pasangan Sejati!

Tapi sayang ternyata kontrak kerja di bandung tidak terlalu lama berjalan hanya satu tahun dan kami harus berpisah lagi karena aku mendapatkan pekerjaan di Indramayu :”( Tanpa ada kenalan, tanpa saudara, walau aku cukup beruntung masih bisa sesekali waktu masih bisa main ke Bandung ke tempatnya saat mulai terasa jenuh, Dia itu memang benar-benar penyelamat dalam hidup ku.

Setelah bertahan 1 tahun di sana dan memutuskan berhenti, aku mencoba kembali ke Bandung lagi dan dengan berbekal tabungan yang ada aku berusaha untuk hidup sendiri sambil mencari pekerjaan baru, tapi ia selalu saja mencemaskan aku, dan mengajakku untuk kembali tinggal bersama kalian, sekeras hati ingin menolak tapi ia yang sudah aku anggap seperti Abang aku sendiri selalu memaksa hingga akhirnya akupun setuju. Sekali lagi dan lagi aku berhutang budi dengannya dan kali ini juga dengan pasangannya.

Sampai suatu hari ia mulai mengeluh sakit yang tidak jelas, dari hasil pemeriksaan yang ada memang kadar kolesterolnya kadang cukup tinggi dan nampaknya cukup bermasalah dan juga aku tahu sering kali merasa nyeri di dadanya. Satu hal yang pasti kebiasaan merokoknya memang cukup parah, sering kali aku melihat pasangannya marah karena ia selalu merokok walau sedang sakit dan aku juga kadang kala jadi ikut bawel sama kebiasaannya itu. tapi sifat keras kepalanya masih tetap sama sesekali ia membalas omelan aku tau pasangannya dengan canda tawa. -,-

Sampai akhirnya jantungnya mulai bermasalah, ia semakin sering merasa sesak nafas dan lebih sering berbaring di tempat tidur, dengan rembukan keluarga akhirnya kami semua memutuskan untuk membawa ia untuk pulang ke Garut dan dirawat inap disana, untuk kedua kalinya aku merasa takut kehilangan dirinya :”(

Setelah dirawat, entah kenapa kian hari kondisinya tidak juga membaik karena tidak berapa lama ia malah mulai jadi susah makan dengan keluhan berbeda kali ini ia sering mersakan nyeri di perutnya, bukan hanya jantungnya, bukan lagi hanya dadanya yang terasa sesak dan setelah dilakukan pemeriksaan ulang dokter mendiagnosa kalau lo kena usus buntu yang berdasarkan hasil konsultasi keluarga serta dokter dan dengan pertimbangan medis memutuskan untuk melakukan operasi. Aku kembali merasa sangat cemas walau akhirnya aku bisa sedikit merasa lega dan bersyukur saat dengar operasinya berhasil, walau berhasil sayangnya entah kenapa selepas menjalani operasi semangat hidup dalam hidupnya seperti memudar, tidak seperti Dodi yang aku kenal selama ini.

Kalau saja saat itu ia tahu apa yang keluarganya, pasangannya dan aku rasakan, jujur kami semua bingung mesti bagaimana lagi biar agar ia bisa ceria seperti dulu, tak jarang aku berfikir apakah ia sadar selama kalau selama ia sakit kami semua mengkhawatirkannya? Apakah ia sadar kalau pasangan hidupnya itu terlihat begitu menderita melihat kondisinya selama ini, apakah ia sadar bahwa pasangan hidupnya terlihat begitu lelah karena harus membagi waktu antara pekerjaan dan memikirkannya dan selalu harus pulang - pergi Bandung-Garut setiap kali ada kesempatan libur dan kadang kala sudah tidak lagi memikirkan kesehatan dirinya sendiri.

Jujur, aku suka sedih melihat keadaan mereka berdua saat itu, Aku akui Dodi itu sangat beruntung sekali bisa punya seseorang seperti dia. Seharusnya ia bisa lebih bersemangat untuk kembali sehat, setidaknya itu yang ada di benakku saat itu. Dan kadang tanpa sadar aku masih suka marah saat dihadapkan dengan keadaan itu, tapi syukurlah akhirnya aku mulai bisa sedikit lebih lega dengan melihat Dodi mau mengerti dan terlihat mulai bangkit lagi, setidaknya ia sudah mulai mau makan saat disuapi oleh orang yang paling di sayang dan paling menyayanginya.

Aku masih ingat saat itu karena ada acara keluarga aku harus pergi selama 2-3 hari ke daerah Purwokerto, walau belum tenang sepenuhnya tapi aku merasa sudah bisa meninggalkan ia untuk beberapa waktu, apalagi semua keluarga dan pasangannya juga selalu ada menemani disamping ia, Aku mencoba meyakinkan diri bahwa ia akan baik-baik saja, setidaknya dengan ikut acara keluarga aku ingin mencoba menenangkan diriku sendiri. Jujur setelah beberapa waktu berada di sekitar Dodi kadang aku suka terbesit hal yang tidak-tidak. :’(

Tapi ternyata firasat yang selama ini selalu aku coba abaikan benar-benar terjadi, malam itu tanggal 24 Maret 2012 sekitar pukul 22.00 malam hari terakhir di Purwokerto aku mendapat telpon dari seorang wanita yang menangis sambil terisak dan meminta maaf untuk dirinya dan dengan terbata-bata ia mengatakan kalau Dodi sudah tiada, karena ada komplikasi dan sudah tidak dapat diselamatkan lagi. Sesaat lidahku terasa kaku, tak ada kata yang bisa keluar dari mulut ku hanya air mata yang mulai jatuh perlahan di tengah udara malam yang semakin dingin menusuk, hingga terasa membekukan hati. :”(

Dalam diam dan termenung dalam dinginnya malam sebuah suara telpon kembali berdering dari handphoneku dan kali ini terdengar suara yang sudah tidak asing lagi suara dari pasangan hidupnya yang juga mengabarkan hal yang masih tidak pernah bisa aku percaya!!! Mendengar isak tangisnya membuat aku semakin tidak dapat menahan kesedihan lagi, dengan suara parau kami berdua mencoba menguatkan satu sama lain dalam keadaan yang sama-sama hancur dan rapuh. Aku harus menerima kenyataan bahwa ia benar-benar pergi untuk selama-lamanya. :”(

Jujur aku sempat sangat marah kepada Tuhan, amat sangat marah! Mengapa Tuhan harus ambil ia juga dari hidup aku dengan selang waktu hanya sebulan setelah aku kehilangan kak adhyt! dan kehilangan Dodi adalah salah satu kehilangan terbesar yang pernah aku alami. Separuh nyawa ini seolah-olah telah hilang :”(

Malam itu aku hanya ingin cepat bertemu pagi untuk bisa bertemu dengan dia untuk terakhir kalinya, tapi sayang aku terlalu jauh dan tidak memungkinkan untuk bisa sampai dan melihat dirinya sebelum ia tidur dipembaringan terakhir untuk selamanya. Saat pagi menjelang aku bergegas menuju rumahnya di kawasan garut dan seperti yang aku bilang aku benar-benar datang  terlambat :”( hari sudah menjelang senja, aku kembali harus menunggu, saat itu aku hanya bisa menemui semua keluarganya, adik kesayangannya dan pasangan hidupnya, kami saling berangkulan dengan air mata yang tak pernah berhenti mengalir.

Dan aku baru bisa melihat pusaranya dengan tanah merah yang masih basah berhias bunga dengan batu nisan yang tertulis namanya keesokkan harinya dan itu akan selalu jadi salah satu penyesalan terakhir yang sangat mendalam dan dosa terbesar Aku kepadanya. :”(

Bersama surat ini aku cuma ingin bisa selalu mengenang ia sebagai teman terbaik, sahabat terbaik, Abang terbaik yang pernah hadir di dalam hidup aku!!!

Maafin aku Dod.. Maaf.. Maaf.. Maaf.. Maaf.. :”(

Teriring do’a sebagai Kado ulang tahun untuknya dan sebagai ungkapan terima kasih yang sangat mendalam, terima kasih sudah menjadi bagian hidup ini you’re the BEST!!! :”(

Terima Kasih Dod.. Terima Kasih.. Terima Kasih.. Terima Kasih.. Terima kasih :”(






Happy Late B’Day my Lovely Brother, semoga selalu Bahagia :”( 


Kamis, 29 Januari 2015

Salam Rindu Dari Adikmu

Dear Kak Adhyt,

Kakak apa kabar? Pasti kakak sekarang sudah lebih baik yah disana, maaf kalau aku baru bisa nulis surat untuk kakak, aku masih ingat pertama kali kita berkenalan saat itu aku yang baru saja selesai kontrak dari pekerjaan lama dan mulai mencari-cari pekerjaan sama seperti kak Adhyt. Di mulai dari saling berkomentar di status facebook salah satu teman akhirnya kita resmi berkenalan. ^.^

Kakak tahu ngga apa yang aku suka dari kakak, aku itu suka banget sifat kakak yang baik, ceria, selalu berfikir positif dan selalu perhatian pada semua orang. Setidaknya itu yang aku rasa dan aku tahu pasti semua orang yang mengenal kakak pasti merasakan hal yang sama, aku ingat disaat aku sedang kesulitan dan membutuhkan teman untuk berbicara tak ada teman untuk bercerita setiap kali itu juga  entah mengapa aku selalu mendapat SMS dari kakak dengan tanpa diduga.

Aneh memang tapi Kakak sepertinya tahu kalau saat itu aku sedang butuh seseorang untuk sekedar berbicara mungkin Tuhan yang memberi tahu kakak sampai akhirnya kita saling curhat di telp berjam-jam lamanya, berbagi kisah tawa, nasehat dan banyak hal lainnya. Jujur, sampai dengan saat ini aku selalu bersyukur bisa mengenal kakak.

Kalaupun ada hal yang aku sesali sampai dengan saat ini adalah kita hanya bisa berbicara lewat telpon tanpa pernah bisa bertemu muka satu sama lain :'(

Aku sadar betul keadaan yang memang tidak pernah memungkinkan, karena tidak berapa lama kita sudah mulai mendapatkan pekerjaan yang kita cari di kota yang berbeda. Walaupun kita tetap bisa saling berbicara lewat telpon atau menyapa di facebook dalam kolom komentar tapi aku cukup senang apalagi kakak telihat sangat bahagia dan menikmati pekerjaan baru kakak yang bergelut didunia ke hiburan bertemu dengan para pesohor tanah air dan tidak lupa akhirnya bisa menemukan  pasangan baru kakak, kalian terlihat sangat serasi berdua selalu saja bikin iri melihat kemesraan kalian.

Kak sebenarnya dengan surat ini aku ingin mengucapkan terima kasih atas perhatian kakak dan semua nasehat yang sudah kakak berikan, walau usia kita hanya berbeda 1 tahun tapi kakak memang lebih dewasa dalam bersikap dan itu membuat aku merasa sangat beruntung bisa mengenal kakak, aku merasa memiliki saudara laki-laki yang tidak pernah aku miliki.

Dan dengan surat ini aku juga ingin minta maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahanku, kalau selama kakak mengenal aku, aku lebih sering mengganggu waktu kakak dan juga karena aku kurang peka dengan apa yang terjadi,  aku benar-benar menyesal tidak bisa merasakan apa yang kakak rasa. Aku tahu kakak itu adalah seorang yang pandai menyimpan kesedihan, jarang mengeluh dan kakak memang sangat pandai menutupi rasa sakit yang kakak derita dengan selalu tersenyum dan tertawa, kaka selalu berusaha untuk tidak merepotkan orang lain dan memilih untuk menyimpannya sendiri.

Kakak selalu berusaha terlihat ceria didepan semua orang, hingga akhirnya terlambat untuk aku bisa menyadari apa yang terjadi. 3 tahun yang lalu, tepatnya di bulan Februari 2012 aku membaca salah seorang teman kakak menulis kan kabar bahwa kakak telah kembali kepangkuan Tuhan YME :'(

Antara percaya dan tidak, tapi semua semakin jelas saat ucapan belasungkawa semakin banyak menghiasi status facebook terakhir kakak, aku akhirnya tersadar bahwa ini bukanlah mimpi tapi ini adalah kenyataan yang harus aku terima. Sempat aku pernah merasa Tuhan tidak adil, Dia yang telah memberikan aku seorang kakak yang selalu aku inginkan tapi kenapa Dia juga yang mengambilnya kembali. Walau sedih dan kecewa tapi aku tidak ingin sampai berlarut-larut lama. Karena aku tahu, semua ini adalah yang terbaik untuk kakak.

Walau sampai saat ini setiap kali aku ingat tentang kakak air mata masih selalu jatuh perlahan, air mata yang penuh dengan penyesalan yang teramat dalam. Maafkan aku yang tidak bisa menjadi adik yang baik untuk kakak maafkan aku untuk tidak bisa merasakan apa yang kakak rasa, maafkan aku kak :'(

Maafkan aku yang belum sempat mengucapkan selamat jalan yang pantas dengan berkunjung kepusaramu yang aku tidak pernah tahu tempatnya. Namun setiap kali aku teringat tentang kakak aku tidak pernah lupa untuk mengunjungi akun facebook kakak hanya untuk sekedar melihat wajah kakak dan komentar-komentar dari semua orang yang selalu menyayangi kakak. Aku sangat bersyukur pernah mengenal kakak, teriring do’a dan harapan aku yakin kakak bahagia :')

Terima kasih, karena kakak pernah menjadi bagian dalam hidup aku.


Salam Rindu dari Adik Kecilmu :’) 



Minggu, 14 Desember 2014

SUPERNOVA – KESATRIA, PUTRI & BINTANG JATUH



Genre          :  Romance – Science Fiction
Situs Resmi  :  http://www.sorayafilms.com/
Produser      :  Sunil Soraya
Sutradara     :  Rizal Mantovani
Pemain         :  Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Paula Verhouven, 
                       Arifin Putra, Hamish Daud, Hany Pattikawa
Produksi       :  PT Soraya Intercine Films
Story            :  Diangkat dari Novel Kesatria,Putri,& Bintang Jatuh, karya Dewi ”Dee” Lestari

Sinopsis

Menunaikan ikrar mereka untuk berkarya bersama, pasangan Dimas dan Reuben mulai menulis roman yang diberi judul Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Paralel dengan itu, dalam kehidupan nyata, sebuah kisah cinta terlarang terjalin antara Ferre dan Rana. Hubungan cinta mereka merepresentasikan dinamika yang terjadi antara tokoh Kesatria dan Putri dalam fiksi Dimas dan Reuben. Tokoh ketiga, Bintang Jatuh, dihadirkan oleh seorang peragawati terkenal bernama Diva, yang memiliki profesi sampingan sebagai pelacur kelas atas. Tanpa ada yang bisa mengantisipasi, kehadiran sosok bernama Supernova menjadi kunci penentu yang akhirnya merajut kehidupan nyata antara Ferre-Rana-Diva dengan kisah fiksi karya Dimas-Reuben dalam satu dimensi kehidupan yang sama.

Catatan Awal

Ini hanya sebuah catatan kecil tentang film Perdana “SUPERNOVA – Kesatria, Putri ,& Bintang Jatuh” yang baru saja tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Sebagai salah satu pembaca Novel yang lebih dulu terbit satu dekade lalu mengikuti setiap serinya termasuk AKAR, PETIR, PARTIKEL dan juga GELOMBANG sebagai seri ke 5 yang belum lama ini juga diluncurkan, jujur secara pribadi terdapat pengharapan yang sangat lebih dari film perdana dari Seri SUPERNOVA ini bahkan Jauh sebelum tayang baru hanya sekedar rumor di sosial media hingga akhirnya muncul Trailer Awal yang terlihat menarik walau tanpa ada dialog apapun membuat rasa penasaran itu kian bertambah besar tak sabar rasanya untuk bisa menikmati secara visual apa yang selama ini hanya bisa saya baca dan bayangkan dari setiap keping yang ada di Novel SUPERNOVA KPBJ,


Hingga waktupun berlalu kemudian muncul kembali trailer lainnya bukan lagi sekedar gambar namun terdapat kutipan-kutipan dialog singkat antar karakter di dalam Film SUPERNOVA KPBJ namun entah mengapa trailer kedua ini mulai terbesit ragu yang mulai tumbuh berdampingan dengan rasa penasaran, sayapun mencoba meneguhkan hati dan mencoba berfikir positif untuk tidak menilai lebih jauh sesuatu tanpa melihat secara lengkap dan utuh.



Catatan Utama

Akhirnya hari ini setelah melihat secara lengkap dan mencoba menikmati jujur saya secara pribadi agak sulit untuk bisa menikmati film ini dengan tidak meninggalkan catatan setiap kali ada hal yang saya rasa kurang berkenan dari setiap scene dari setiap dialog dari setiap emosi yang dimunculkan oleh karakter-karakter dalam film Perdana SUPERNOVA – Kesatria, Putri,& Bintang Jatuh ini. Ok sebelum membahas lebih jauh kita lihat sisi positifnya terlebih dahulu. Sejak dimulai film SUPERNOVA KPBJ sudah disuguhi visual yang sangat memanjakan mata “SUPER SEKALI” (sempat membuat terkesima sesaat juga sih) dan banyak juga penonton lainnya yang sudah membandingkan dengan kualitas film buatan Hollywood, animasi yang dibuat memang terlihat cukup apik bahkan ada yang mengatakan EPIC! Salut untuk pembuat animasi dan tentunya pak sutradara untuk Visual setiap kepingnya yang memang keren walau tetap ada sedikit yang terasa kurang pas tapi itu nanti akan saya bahas hehe.

Berikutnya gambaran pertemuan awal Dimas dan Reuben juga bisa dibilang cukup bisa menggambarkan apa yang menjadi bayangan saat membaca novelnya. Chemistry awal mereka dan ungkapan kasih sayang saat memperingati ulang tahun yang ke sepuluh hubungan mereka kemudian saat terakhir ketika mereka berdua mulai mempertanyakan keberadaaan diri mereka dan disambut dengan ungkapan sayang dari dhimas kepada Reuben cukup membuat saya dan penonton lainnya agak merinding (ngilu sendiri) hingga mampu membuat tertawa dan memecah keheningan sesaat, hahaha.

Ok sekarang kita akan bahas satu persatu catatan yang menurut saya kurang pas atau kurang berkenan untuk saya secara pribadi, yang jelas film itu memang tidak lepas dari visual yang harus menarik dan memanjakan mata para penonton tapi entah mengapa kuping dan hati ini tidak bisa menikmati dengan baik setiap dialog yang muncul dari tiap-tiap karakter yang ada L hampir semua dialog terdengar datar, tidak natural, kurang luwes. Di saat mata sudah begitu dimanjakan dengan visual yang luar biasa apik namun sayang terasa tidak seimbang dengan setiap dialog yang terucap dan emosi yang tergambar dan Ini berlaku untuk semua karakter yang ada.

Dimas dan Reuben seharusnya bisa dibuat sedikit lebih sedikit santai dan lepas, karena usia dari hubungan mereka sendiri yang sudah mencapai lebih dari 10 tahun mungkin tidak dapat sepenuhnya terlihat karena porsi mereka di dalam film perdana SUPERNOVA ini memang cukup banyak yang dihilangkan L

Ferre, di dalam film ini ia tidak seperti apa yang saya bayangkan ketika membaca di dalam buku SUPERNOVA KPBJ, dalam setiap dialog yang terucap sepanjang film hanya saat Ferre berdebat dengan Rana ketika berada di rumah sakit tentang apa yang ia mau atau Rana inginkan. Hanya dialog itu yang terdengar begitu pas dengan apa yang digambarkan sangat lepas dan lugas. Selebihnya L apalagi saat Ferre terpuruk dalam adegan itu ia diliputi begitu banyak kemarahan namun apa yang terucap tidak berhasil membuat saya secara pribadi tergerak dan merasakan perih dan terpuruk seperti saat membacanya dan juga saat bertemu dengan SUPERNOVA dalam mimpinya.

Rana, entah harus mulai dari mana yang pasti konsistensi penjiwaan karakter Rana di film ini juga tidak jauh berbeda dengan Ferre saya tidak benar-benar bisa mendapatkan gambaran yang sama dengan Rana yang tertulis dalam Novel SUPERNOVA KPBJ, setiap dialog dan mimik muka atau ekspresi yang ingin dimunculkan tidak mengena dan tidak dapat menyentuh perasaan saya. Mulai dari perkenalan dengan Ferre, Ketika berbicara dengan Arwin di meja makan tentang kesibukannya, sampai dengan ekspresi ketika mencoba berpura-pura sakit ketika Arwin mencoba bermesraan hingga waktu adegan mengirimkan pesan ke SUPERNOVA saat dirumah orang tuanya. L

Arwin sebenarnya juga sama walau mungkin tidak terlalu masih bisa di tolerir seperti dimas dan Reuben tapi ada salah satu scene dimana Arwin berbincang dengan temannya yang mencurigai kedekatan Rana dan Ferre disana entah mengapa saya lebih menikmati saat teman Arwin bercerita terdengar sangat Natural dan lebih meyakinkan dari semua karakter yang ada di film ini. Serius saya SUKA! mungkin karena dia hanya muncul sebentar dan tidak seperti tokoh utama yang lainnya tapi dia cukup bisa memenangkan perhatian saya J

DIVA – OMG...  LLL i’m so sorry tapi hancur semua gambaran DIVA yang selama ini saya Bayangkan Diva yang SINIS saat melihat rekannya terjatuh, yang DINGIN saat dirayu yang SMART ketika menjadi sang AVATAR. Sekali lagi i’m so sorry tapi ini hanya kenyataan yang saya rasakan saat menonton film dengan harapan yang sangat besar.

Selain karakter utama ada juga karakter kecil yang mengganggu percakapan datar antara Nanda sang klien dan DIVA, diakhir percakapan Nanda yang seharusnya menangis pelan, malah menangis dengan lantang serius kaget dan bengong sendiri sambil bertanya-tanya ini sebenarnya ada apa? K  

Selain catatan di atas ada beberapa yang untuk saya secara pribadi menjadi agak kurang bisa menikmati film perdana SUPERNOVA sebagai mana mestinya. Begitu banyak kepingan cerita yang hilang seperti adegan dimana DIVA menjadi juri sebuah lomba model untuk anak-anak yang seharusnya bisa dimunculkan ada karena disana terdapat salah satu pesan moral yang sangat penting untuk semua tau selain itu flash back hidupnya yang membuat hatinya terlihat RAPUH seketika menangis di kursi mobil belakang tidak muncul disana.

Keping 8  hilang Adegan cemburu dan tawa lepas yang bisa menunjukkan betapa hubungan Reuben dan Dimas bisa sangat manusiawi dan hidup tidak dimunculkan di film ini L

Keping 12 Un Sol Em Noite tidak ada di film ini artinya salah satu karakter penyambung ke seri berikutnya tidak ada L GIO hilanggggggg.....!!!

Dan masih banyak yang lainnya yang terasa kurang pas menurut saya secara pribadi, contoh visual kupu-kupu putih yang terlalu terlihat animasinya harus lebih sering melakukan observasi, belum lagi lokasi film yang di tampilkan ada BALI OMG...!!! L perasaan mereka tinggal dan bekerja di Jakarta kenapa tiba-tiba jadi muncul Pantai Bali, Tol Bali, Hotel Bali, Perumahan Bali ada Danau Toba pula Arghhhhh.....!!! Melenceng banget dari cerita bukunya belum lagi Ending yang tidak sesuai dengan cerita Asli Novelnya Diva itu perasaan Pergi menjelajah dunia tapi kenapa malah muncul dan stay di depan rumah Rana coba? kemudian flash back kehidupan Rana berulang-ulang muncul juga di saat menjelang akhir Film.

Catatan Akhir

Pada saat ini dapat saya pastikan kalau saya adalah salah satu penonton yang juga pembaca yang bisa dibilang kecewa dengan Film Perdana “SUPERNOVA-KESATRIA, PUTRI, & BINTANG JATUH” hanya ada 3 Karakter yang benar-benar saya bisa mengerti yaitu Reuben, Dimas dan Teman Arwin di dalam film ini. Yang jelas antara Trailer dan Film secara utuh memang tidak jauh berbeda untuk kali ini. Bisa dibilang nyaris semua aktor dan aktris di Film ini kemampuan aktingnya cukup baik, cukup kurang, sangat kurang dan ada yang cukup buruk. Kelas akting jelas sangat dibutuhkan untuk semua pemain, penjiwaan dan pendalaman karakter dengan bimbingan penulis buku asli sepertinya akan sangat membantu, begitu juga untuk penulisan naskah film yang agak jauh dari novel yang sudah di terbitkan, kedepannya jika akan ada kelanjutan dari serial ini mungkin saya tidak akan berani untuk melihat karena takut akan kecewa semakin dalam, selain itu tidak ingin kehilangan tokoh-tokoh dalam SUPERNOVA yang sudah menemani ruang imaginasi saya selama ini, mereka terlalu berharga untuk dikecewakan. Demikian catatan yang bisa saya berikan tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat untuk kerja keras semua pihak dalam mewujudkan salah satu kisah yang banyak menjadi pegangan para penikmat sastra di tanah air. Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada hal yang kurang berkenan dan menyinggung perasaaan, ini murni pemikiran dari apa yang saya rasakan ketika melihat sebuah karya sastra yang saya kagumi. 

Terlepas layak tidaknya untuk di tonton saya serahkan keputusan kepada anda, namun jika anda ingin mengalami sendiri dan memastikan apa yang saya tulis susuai apa adanya saya sarankan anda untuk menonton agar mengerti dan silakan anda berikan penilaian tersendiri. J